Tidak ada sesuatu yang lebih dicintai Allah daripada dua tetesan dan dua bekas. Yaitu, tetesan air mata karena takut kepada Nya dan tetesan darah yang mengalir di jalan-Nya. (jihad)...(HR. At-Tirmidzi)
Tadi pagi seperti biasa, sambil bersiap-siap ke kantor saya mendengarkan radio rodja. Saat itu sedang pembacaan ayat suci Al Quran, nggak lama sang Qori tersendat-sendat membacanya. Saya langsung mendatangi ke tempat radio berada. Lalu sang Qori menahan napas dan mencoba membaca kalimat suci tersebut dan kembali tersendat-sendat menahan nangis dan sayapun mencoba mendengarkan dengan seksama apa yang dia baca.
Dan no wonder mengapa Qori tersebut menangis. Semoga Allah SWT merahmatinya. Ia menangis karena ia membaca ayat tentang Yaumul Hisab, meski pemahaman akan quran saya buruk namun sedikit-sedikit saya mengerti apa yang dibaca. Kurang lebih ayat tersebut menceritakan kedahsyatan hari akhir dimana segala perhitungan itu akan diungkapkan. Sayapun ikut menangis.
Terbayang dosa-dosa saya seketika, terbayang betapa sholehnya Sang Qori dan terbayang betapa bodohnya saya gak bisa bahasa arab!!.. kalau saya bisa bahasa arab khan saya ngerti dengan penuh apa yang saya baca ketika saya baca quran.. beberapa kali saya posting tentang pelajaran mengartikan Quran di blog ini, namun saya stuck di surat Albaqorah sampai ayat 15 kayaknya.. payah yah..
Namun, pagi hari ini saya mendapat pelajaran berupa peringatan dari Allah SWT melalui Radio rodja… bahwa janganlah saya terlalu bermain-main di dunia ini, ingatlah bahwa kita semua akan mati dan janganlah hidup terlalu sia-sia, umur tidak ada yang tahu.
Segeralah bertaubat lucky… *hiks, astagfirullah wa attubuh illaik…
Jadikanlah aku istiqomah di jalanMu ya Allah.. amin ya rabbal alamin..
0 comments:
Post a Comment