Friday, August 05, 2011

Mari Belajar!!

Untuk mengerjakan suatu hal, kita harus mengetahui ilmunya. Sebelum berbicara, kita harus tahu apa yang dibicarain biar gak dibilang sok tahu.. :) nah, gimana dengan beribadah? Tentunya kita harus tahu ilmunya dulu baru kita ibadah. Harus tahu bagaimana sholat yang benar baru bisa kita sholat.. gak mungkin I’tidal duluan baru takbir khan?.. untuk itulah kita belajar, untuk itulah kita dikasih otak…

Ketika nabi Adam Alaihisalam diciptakan yang membedakan nabi Adam dengan makhluk Allah SWT lainnya yaitu Iblis dan Malaikat adalah diberinya Akal. Untuk itu, sebagai makhluk yang berakal, mari kita pakai akal kita untuk belajar, mengisi hidup dengan hal-hal berguna.

Saya sebagai Ibu, saya belajar tentang kesehatan anak ketika saya dititipi anak didalam rahim saya, makanya saya bisa posting di blog ini masalah kesehatan dan vaksinasi anak. Pada waktu saya belum punya anak tapi karena saya belajar kadang saya suka memberi tahu teman saya tentang bahayanya antibiotik jika tidak digunakan secara tepat, namun feedback bermacam-macam, karena pada waktu itu belum punya anak ada yang bilang saya sok tahu dsb.

Namun berapa tahun kemudian, mereka yang minta nasehat saya seputar kesehatan anak, itupun ketika pada akhirnya mereka belajar bahwa antibiotic dan obat-obatan yang tidak digunakan secara tepat malah akan membahayakan anak mereka.

Begitu juga ketika saya share masalah indigo di blog saya ini, komen yang saya dapat banyak banget.. terus terang saya gak mau menyakiti pihak-pihak yang indigo tapi I speak the truth. Saya juga tidak mau memposting sesuatu yang menyesatkan di blog saya, karena pastinya merugikan saya dari segi amal jariyah ketika saya mati nanti.

Dan saat Ramadhan ini, banyaaaaaaaak banget berseliweran hadits-hadits dhoif seputar Ramadhan yang akhirnya menjadi amalan Bid’ah. Namun tetap banyak juga yang kekeuh.. lebih memilih kestabilan umat (karena katanya amalan Bid’ah tersebut sudah biasa dimasyarakat) daripada kebenaran dari sunnah.

Lucu gak sih?.. ini kayak waktu Petinggi-petinggi Qurais berusaha membujuk Baginda Nabi Muhammad SAW dengan berkata (kurang lebih) “Bagaimana agar suku Qurais ini tetap bersatu dan tidak terpecah karena adanya ajaran Islam, bagaimana kalau hari ini kalian menyembah Berhala dan keesokan hari kami yang akan sholat bersama kalian?” karena hal itulah turun surat Al Kafiruun “La kum dinu kum walia din” which is “untukmu agamamu untukku agamaku”.

Ada juga yang beralasan begini “Bid’ah khan ada Bid’ah hasanah”

What?..

Bid’ah hasanah ya gak ada donk.. lebih lanjut baca disini yaah..

Ah sudahlah.. mari kita sama-sama belajar..

Saling menasehati dengan kebenaran.. bersama-sama mencari ridho Allah SWT..

0 comments: