Human nature tends to let down its guard and act its worst around those who we are most familiar with.Sadar nggak sih terkadang kita oops saya maksudnya becanda sama teman itu suka kelewatan? Meski gak kita sadarin karena merasa akrab. Atau sadar gak sih kita lebih menyepelekan teman dekat/akrab daripada teman yang baru kenal?..
Contohnya gini, kalau ada teman akrab yang datang ke rumah biasanya saya membiarkan mereka ambil sendiri minuman di kulkas bukan menyuguhkan minuman tersebut atau kadang celaan dengan bahasa tidak berprikemanusian seperti dodol, oon dan sebagainya itu terasa sudah biasa ketika kita saling becanda gak jelas (maksudnya hanya internal kita aja yang tau, you know what it is when you have bff).
And the worst thing is sangking sudah biasanya cela-celaan tanpa disadari kita telah menyakiti sahabat kita itu and it happened to me *feelguilt*.
Dari artikel itu pula tertulis
How you really are is the way you act towards others that you know the bestAnd it’s da*n true!! Kadang yah sangking akrabnya kita sama seseorang kita jadi menganggap sebagai teman yang baik mereka harus menerima kita apa adanya.
Contohnya nih; ketika kita menikah, automatically you will meet your man everyday. Yang tadinya dikala pacaran, mau ketemu pacar takut terlihat kumel nah sekarang setelah lebih cuek banget. Pakai baju yang butut di rumah sedangkan kalau di luar rumah keren. Bukannya lebih bagus berdandan itu untuk pasangan kita sendiri?.. (well yeah, am talking to my self too).
Ok-lah kalau cuman baju kumel, nah kalau ditambah bau badan? Yikkeeeee… males amat!!!.. kalau yang kayak gini, jangan salahin pasangan anda kalau dia lebih milih diluar rumah daripada bersama pasangannya sendiri.. hihi..
But actually now, am talking about how to build a good relationship with others especially with your closest one who’s occasionally we are taking granted of. And yes, it is a bad thing.
It’s ok for being yourself towards other but we have to know the limit. Jangan menyuruh orang selalu untuk menerima kita apa adanya karena kadang apa adanya kita itu kurang bagus atau malah gak bagus sama sekali malah bikin orang sebel..
gak harus berubah untuk orang lain tapi kita punya batasan dalam bersikap dan membawa diri sehingga orang lain tetap merasa dihargai dan nyaman berada di dekat kita.
Ada hadits yang nyambung dengan topik ini;
Sesungguhnya orang yang paling aku cintai di antara kalian dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah yang paling bagus akhlaknya, dan sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh tempat duduknya dariku pada hari kiamat adalah tsartsarun (yang banyak bicara), mutasyaddiqun (yang bicara sembarangan lagi mencela manusia) dan mutafaihiqun.” Para sahabat berkata, "Wahai Rasulullah, kami telah mengetahui tsartsarun dan mutasyaddiqun, tapi siapakah mutafaihiqun itu?" Rasulullah menjawab, "Mutakabbirun" (orang-orang yang sombong)."
(HR. Tirmidzi dan disahihkan oleh Syaikh Albani)
Well this jot surely is for me, to make myself a better person, a better friend, a better mother and a better spouse.. amin!!


0 comments:
Post a Comment